Tentang Kami

Mahkamah Syar’iyah ditetapkan dan dinyatakan berlaku pada tanggal 1 Maret 2003 bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1424 H. Pada hari itu juga diresmikan pembentukan Mahkamah Syar’iyah dan Mahkamah Syar’iyah Provinsi di Aceh. Pembentukan tersebut berdasarkan UU No. 18 Tahun 2001 dan Keppres No. 11 Tahun 2003 tentang Mahkamah Syar’iyah dan Mahkamah Syar’iyah Provinsi.
Sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut UUD 1945 mengatur tentang otonomi khusus suatu daerah atau bersifat istimewa.

Daerah yang telah mendapat otonomi khusus tersebut salah satunya adalah Aceh. Salah satu bentuk formal otonomi khusus Aceh adalah implementasi syariat Islam yang kemudian dibentuklah Mahkamah Syar’iyah yang menjadi salah satu bagian dari otonomi khusus Aceh.

Mahkamah Syar’iyah adalah lembaga peradilan yang dibentuk berdasarkan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Peradilan Syariat Islam serta melaksanakan syariat Islam dalam wilayah Provinsi Aceh, merupakan pengembangan dari Peradilan Agama yang sudah ada.
Mahkamah Syar’iyah adalah peradilan syariat Islam dan merupakan bagian dari sistem peradilan nasional yang bebas dari pengaruh pihak manapun, adapun syariat Islam adalah tuntunan ajaran Islam dari semua aspek kehidupan.

NAMA – NAMA PEGAWAI MAHKAMAH SYAR’IYAH SINABANG :

1. SAYYED SOFYAN, S.HI

2. WIN SYUHADA, S.HI.MH

3. KHAIRUL BADRI, Lc.MA

4. Drs. ZUL AMIN

5. MAIZAR, SH

6. MANDARSAH

7. ARISUDIN, BA

8. Hj. SUKRAIDAH, SH

9. ROSNAWATI, SH

10. DESRI MUSDIANTO, BNT

11. UMMI KALSUM, SH

NAMA – NAMA PEGAWAI HONORER :

1. ROMI FANDAYA, A.Md.Kom

2. FIFI SARWINA

3. SUNARLI

4. RAFLYSNIMON

5. HARDIMAN

6. YUSRAWARDIN

7. FAISAL

8. NURMANI